Sebagai salah satu penyelenggara SM-3T, Universitas Negeri Malang (UM) telah melaksanakan tiga tahapan seleksi yang sangat ketat: administrasi, akademis, dan wawancara. Sebanyak 158 sarjana pilihan LPTK UM dari berbagai wilayah di Indonesia telah terjaring dan layak untuk mengabdi di daerah 3T. Namun, sebelum diberangkatkan, para sarjana ini dikumpulkan dalam satu tempat bernama Dodikjur Rindam V Brawijaya untuk menjalani serangkaian latihan dan pendidikan dalam kegiatan prakondisi sebagai bekal mereka mengabdi.
Bukan di hotel, bukan pula di balai diklat biasa. Di kawasan militer ini, para guru SM-3T dilatih secara semi militer agar tahan terhadap kondisi daerah 3T yang sulit selain juga dibekali dengan berbagai kemampuan keguruan dari kampus UM. Melalui masa karantina selama 12 hari ini dimana setiap peserta dilarang keluar area dodikjur, para sarjana muda ini wajib mengikuti setiap mata kuliah dan pelatihan yang bertujuan untuk memberikan ilmu yang cukup tentang wawasan nasionalisme, kependidikan, serta mempererat persaudaraan diantara para peserta dengan program outbond dasn latihan ketahan-malangan (survival).
Dengan semangat yang sudah ditanamkan melalui program prakondisi ini, para guru SM-3T telah berkomitmen untuk meneruskan dan mempertahankan perjuangan para pejuang pendidikan bangsa yang berjuang demi terwujudnya kemerataan pendidikan bagi seluruh anak bangsa.
Oleh David BSN
(SMA Negeri 1 Cibal
Untuk mendapatkan update artikel seputar pelaksanaan SM-3T UM Manggarai, silakan ikuti kami di media sosial:
Follow @SarjanaMengajar di Twitter
Follow @sarjanamengajar di Instagram
Like halaman Facebook "SarjanaMengajar"
Circle Sarjana Mengajar di Google+
Email kami di sm3tmanggarai@gmail.com



0 comments:
Post a Comment